Demi Kampanye Politik, Isu Kristenisasi Dihembuskan

Perbedaan agama nampaknya menjadi dagangan paling laris di Malaysia jelang pemilihan umum di Negeri Jiran itu. Isu kristenisasi selalu dijadikan kambing hitam bagi seorang tokoh politik disana untuk mencari dukungan suara. Bukan toleransi dan kesejahteraan bersama, namun kepentingan kelompok yang lebih diprioritaskan.

Maka tidak mengherankan, jika sebuah aksi dana sosial yang diselenggarakan disebuah gereja, segera digerebek oleh mereka yang mengatasnamakan pembela sebuah agama. Pembubaran paksa dilakukan dengan bantuan aparat keamanan setempat yang asyik menontonnya.

Efeknya segera terjadi, minggu lalu hampir 2.000 orang warga yang menyatakan membela agama mayoritas turun ke jalan untuk pawai demonstrasi menolak Kristenisasi terhadap warga yang beragama lain. Mereka kemudian berkumpul secara massal stadion Shah Alam Kuala Lumpur. “Kami berkumpul hari ini untuk menyelamatkan keyakinan warga Muslim dari ancaman pemurtadan,” kata Yusri Mohamad, ketua panitia penyelenggara.

“Sebagian orang mengatakan mereka (non-Muslim) berusaha keras menyebarkan agama mereka dan bahwa tidak ada yang salah dengan pemurtadan. Itulah suara-suara yang hendak kita hilangkan dengan aksi kita hari ini,” tambahnya.

Dewan Gereja Malaysia sendiri telah melayangkan protes keras akibat tindakan melanggar hukum dan fitnah keji tersebut. “Semua tempat kebaktian, sembahyang, seperti kuil, masjid, gereja dan lain-lain adalah tempat suci. Sebab itu polisi atau wakil-wakil lain tidak boleh masuk. Kalau hendak masuk harus mendapat kebenaran dari ketua agama bersangkutan,” kata Herman Shastri, Sekjen Dewan Gereja Malaysia kepada BBC Indonesia.

Mempergunakan agama sebagai medium hasutan untuk kepentingan politik jelas merupakan tindak kriminal yang luar biasa. Pemerintah yang membiarkan hal ini terjadi tanpa proses hukum pun sama saja ikut dalam barisan tersebut. Namun inilah yang harus dihadapi umat Kristen di seluruh dunia. Penindasan dan kebencian, menguatkan kita untuk memberi tahu kepada mereka, kasih yang sesungguhnya.

Sumber : berbagai sumber – niel

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s