13 Tahun Buka Bersama Di Gereja Kini Tinggal Kenangan

Inilah gambaran kerukunan antar umat beragama yang menjadi impian banyak pihak yang cinta damai di negeri ini. Gereja Kristen Jawa Manahan, Solo, selama 13 tahun secara rutin setiap tahun menggelar acara buka bersama. Niat awal diadakannya kegiatan ini karena rasa iba kepada saudara muslim yang kurang mampu akibat krisis moneter yang melanda Indonesia tahun 1997. Tak heran jika sebagian besar yang ikut acara ini adalah tukang becak, buruh bangunan, pedagang asongan dan lain-lain.

Kegiatan ini memang tidak gratis. Tapi harga makanan yang disediakan sangat murah, hanya Rp 500 per porsi. Pihak gereja berharap dengan harga semurah itu, warga muslim yang ditolong bisa berhemat dan memiliki uang yang cukup untuk merayakan idul fitri.

Setiap hari sedikitnya 200-300 orang mengikuti kegiatan berbuka bersama di salah satu ruangan GKJ Manahan. Menjelang waktu berbuka, halaman GKJ Manahan akan dipenuhi dengan becak dan sepeda onthel milik masyarakat yang kurang beruntung. Sedangkan warga gereja yang didominasi ibu-ibu sibuk mempersiapkan hidangan yang akan disajikan.

Menu yang disajikan juga beragam setiap harinya. Dari soto ayam, kari ayam ataupun sop ayam. Intinya masakan yang berkuah dan menggunakan daging ayam. Pihak gereja lebih memilih daging ayam daripada daging sapi agar terlihat tidak adanya pencampuran antara daging sapi dengan daging lainnya. Pihak gereja berani menjamin bahwa semua makanan mereka halal. Bahkan organisasi agama islam sering melakukan pengecekan dalam hal memasak. Pihak GKJ Manahan sangat menghormati umat Islam sehingga mempersilahkan untuk melihat proses memasaknya jika ada kekuatiran.

Tidak ada niatan kristenisasi sama sekali. Bahkan pihak gereja juga mengundang para ustad untuk memberikan kuliah tujuh menit sebelum melakukan buka puasa. Tempat untuk melakukan sholat juga disediakan pihak gereja di salah satu ruangan dalam komplek gereja.

Namun semua kebersamaan dan toleransi antar umat beragama itu kini tinggal kenangan. Sebuah kelompok yang bernama Forum Ukhuwah Islamiyah Elemen Umat Islam Surakarta menolak kegiatan buka bersama yang digelar gereja tersebut. Menurut Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Solo, Dahlan Harjo Taruno, buka bersama itu masuk ke wilayah kegiatan ibadah umat muslim.

“Musyawarah sejumlah elemen umat Islam se-Surakarta menolaknya,” ujar Dahlan. “Sebagai gantinya sejumlah mesjid di Surakarta akan menggelar acara buka bersama secara gratis.”

H Zainal Abidin Achmad selaku Ketua Bhinneka Peduli kemanusiaan dan Perdamaian Solo sebagai penyelenggara bersama GKJ Manahan mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan penolakan itu.

“Kami malah bersyukur. Saya pun berharap semoga buka bersama yang dilakukan forum tersebut lebih baik dari kita. Yang kita inginkan adalah suasana kondusif, rukun dan damai. Jadi kita menghargai keinginan atas penolakan ini,” ujarnya.

Sebagai orang Kristen, kita harus menyikapi hal ini dengan bijaksana. Manusia bisa menilai apa saja dari setiap perbuatan baik yang kita lakukan, tapi Tuhan menilai hati.

Iklan

3 pemikiran pada “13 Tahun Buka Bersama Di Gereja Kini Tinggal Kenangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s