Stres? Kenali Gejala-gejalanya

Dunia semakin hari semakin banyak dipenuhi orang-orang yang stres. Tidak ada satu pun pemerintah di bumi ini yang bisa memastikan bahwa penduduk negaranya bebas dari masalah yang satu ini.

Mengenali gejala-gejala stres dapat menjadi solusi bagi Anda agar terhindar dari resiko terkena stres. Apa sajakah gejala-gejala tersebut? Berikut uraiannya

Sakit otot

Rasa sakit di leher yang cukup lama mungkin terjadi karena Anda duduk terlalu lama di depan komputer, namun hal ini bisa juga terjadi karena Anda sedang tertekan. Stres mempengaruhi sistem kerja otot, sehingga menimbulkan tegang dan kejang pada otot. Untuk mengatasinya, ambil nafas dalam-dalam sebanyak 5-10 kali dan relakskan tubuh. Untuk melemaskan otot leher, putar leher perlahan atau minta pijat pundak dari orang-orang di sekitar Anda.

Mata kejang

Jika salah satu mata Anda sering berkedut, maka bisa jadi ini juga merupakan dampak dari stres. Untuk mengatasi hal ini, tutuplah mata sambil membayangkan tempat yang menyenangkan. Jaga mata agar tidak sampai terlalu letih. Jika Anda menatap lama ke layar komputer, maka belokkan pandangan tiap 20 menit sekali ke arah lain. Jika tidak, tutuplah mata Anda dan bayangkan keindahan alam yang pernah Anda datangi.

Kulit kasar

Apakah kulit dan kuku Anda tampak kusam tak terpelihara? Coba ingat, apakah saat gelisah Anda selalu menggigit bibir atau kuku? Hal ini lebih sering dilakukan oleh kebanyakan wanita. Untuk menghindari kerusakan kulit dan kuku, carilah pelarian yang lain, misalnya dengan meremas-remas bola karet kecil, atau hal lain yang tak melukai tubuh. Ini bisa menjadi pelampiasan sehat untuk pikiran yang sedang galau.

Gigi lubang

Mungkin diantara Anda ada yang bertanya, ‘Kok stres bisa membuat gigi menjadi berlubang?’ Jawabannya tentu saja bisa karena biasanya saat seseorang terkena stres, ia menggertakkan giginya. Hal ini ternyata berdampak buruk karena apa yang ia lakukan bisa mengikis permukaan email gigi dan merusaknya. Oleh karena itu, apabila Anda sedang menghadapi masalah segeralah dibicarakan kepada orang yang Anda percaya atau tuliskan apa yang menjadi beban pikiran Anda di dalam sebuah buku. Bila hal tersebut belum juga membantu, maka segeralah menemui seorang dokter.

Bintik merah

Sejumlah penelitian menunjukkan kulit bisa menjadi barometer pengukur apakah seseorang penuh beban pikiran atau tidak. Stres dikatakan bisa menimbulkan kemunculan bintik merah di area perut, punggung, tangan, dan wajah. Saat penyebab munculnya bintik merah tidak terdeteksi, maka beberapa ahli percaya itu timbul karena dampak stres yang mempengaruhi sistem imun. Hormon histamin yang dilepas menyebabkan timbulnya rasa gatal. Untuk mengatasi gejala yang satu ini, tariklah nafas dalam-dalam. Dengan melakukannya, oksigen akan cukup masuk ke dalam tubuh dan itu akan dapat menangkal bintik merah hadir di tubuh Anda.

Tak selera

Tekanan batin juga bisa berpengaruh kepada perut Anda. Mengkhawatirkan seseorang atau masalah yang terjadi adalah sesuatu yang biasa, namun jika Anda terlalu berfokus dengan hal itu tentu bukanlah hal yang tepat. Jika kegelisahan membuat Anda tidak mau untuk  makan, maka biarkan air hangat mengalir melalui jari-jari Anda. Cara ini sangat manjur untuk membuat rasa muak akan makanan menjauh.

Melempem

Merasa tidak bergairah saat melakukan aktivitas? Stres menyebabkan tubuh ‘menyentak’ adrenalin sehingga Anda jadi mengantuk terus. Stres juga bisa mengacaukan jam tidur, sehingga Anda selalu bangun dalam keadaan lelah. Apa yang harus dilakukan? Tidurlah lebih awal. Percayalah, saat bangun Anda akan lebih fokus.

Pikun

Penelitian menunjukkan bahwa stres berat berhubungan dengan menyusutnya ukuran hippocampus yang bertanggung jawab untuk daya ingat. Namun ukuran tersebut dapat kembali normal ketika stres juga berkurang. Jika ingin daya ingat tetap baik, maka segeralah lawan gejala stres dengan rajin berolahraga. Jalan pagi, lari santai, atau berdansa, bisa membuat otak tetap tajam dan membantu Anda siap menghadapi momen-momen stres yang akan datang.

Bingung

Beban pikiran bisa mengganggu konsentrasi seseorang karena hormon stres mampu menetap lama di otak. Untuk memperbaharui fokus, bergeraklah. Keluarkan stres dari tubuh dengan bergerak aktif.

Lama tidaknya stres dialami seseorang sangat bergantung kepada orang tersebut. Jika orang tersebut ingin segera menyelesaikan stres maka stres itu akan segera selesai. Namun, jika ia mau orang tersebut ingin terus hidup dalam stres maka stres itu akan tinggal lama. Manakah yang Anda pilih? Semua tergantung kepada Anda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s