Penyelesai Yang Baik

Perjalanan kita dalam menggenapi visi yang Tuhan berikan pada kita bisa digambarkan seperti pertandingan lari.

Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. ~ 1 Kor 9:24-26

Paulus membandingkannya seperti orang yang lomba lari marathon. Kehidupan dan pelayanan kita bukan seperti lomba lari cepat 100 m. Bahkan bukan seperti lomba lari 400 m. Kehidupan dan pelayanan kita itu seperti marathon! Biasanya peserta lari marathon selalu banyak di awal lomba. Tetapi dalam proses lomba, pesertanya biasanya berkurang! Biasanya dalam lomba marathon, yang finish selalu lebih sedikit dari pada yang start.

Saudara, Tuhan ingin kita menjadi penyelesai yang baik! Ada 4 Hal supaya Saudara bisa jadi penyelesai yang baik:

1. JANGAN SUKA BERDALIH

Amsal 22:13 (NLT)

“Orang malas banyak alasannya, …..

Kita tidak boleh cari-cari alasan kalau kita ingin jadi penyelesai yang baik!

2. MULAI DENGAN SEGERA!

Sebab Allah berfirman: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.” Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. 2 Cor 6:2 (NLT)

For God says, “At just the right time, I heard you. On the day of salvation, I helped you. Indeed, God is ready to help you right now. Today is the day of salvation.”

Saudara, Tuhan selalu siap menolong Saudara di saat yang tepat…dan saat yang tepat itu adalah sekarang ini! Jangan bilang, “Aku akan kerjakan besok saja, “ karena mungkin Saudara tidak akan mengerjakannya. Makin Saudara tunda mengerjakan sesuatu, biasanya hal tsb makin sukar Saudara kerjakan. Kalau Saudara ingin jadi penyelesai yang baik…mulai dengan segera!

3. FOKUS PADA UPAH BUKAN HARGA YANG HARUS DIBAYAR!

Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah

Musa tidak mengejar harta kekayaan Mesir… ( Ibrani 11:24-26 ) karena dia fokus pada upah yang lebih kekal! Musa sebenarnya disiapkan jadi pengganti Firaun, tetapi dia mengabaikan hal itu karena dia melihat hidup untuk Kristus lebih besar upahnya dari kekayaan Mesir!

4. BERGANTUNG PADA PERTOLONGAN TUHAN!

Kalau Saudara kesulitan menyelesaikan sesuatu yang Saudara sudah mulai, pandang pada Yesus untuk pertolonganmu!

Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Tuhan akan memberikan kekuatan serta kemampuan pada kita untuk menyelesaikan panggilan-Nya. 1 Pet 4:11

Tuhan telah memberikan kepada Saudara suatu visi yang besar. Tetapi masih banyak hal yang terjadi sepanjang perlombaan iman kita ini. Biarlah kita ambil komitmen untuk menyatukan hati untuk bisa jadi penyelesai yang baik dari panggilan Tuhan buat kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s