Misionaris Korea Utara Tewas Karena Beritakan Injil

Pria ini pernah membelot dari Korea Utara dan melarikan diri ke China pada tahun 1998. Disanalah pria yang bernama Son Jong Nam tersebut mengenal Kristus dan menerima-Nya menjadi Tuhan dan juru selamatnya.

Namun sebelas tahun kemudian, ia kembali ke Korea Utara dengan bersenjatakan 20 Alkitab dan 10 kaset pujian yang membuatnya disiksa hingga mati di penjara Korea Utara pada tahun 2008. Berita kematian Jong Nam baru diketahui oleh keluarganya pada tahun 2009 setelah ada tahanan yang dibebaskan.

Son Jong Nam meninggal dunia di usianya yang ke lima puluh tahun sebagai seorang martir agar Kristus diberitakan di tanah kelahirannya.

Di Korea Utara pengkultusan terhadap pribadi pendiri negara tersebu Kim Il Sung dan anaknya Kim Jong Il telah menjadi seperti agama negara.

”Kim Jong Il berada diatas hukum negara… dan di Korea Utara perintahnya sama seperti perkataan Yesus di Alkitab,” demikian ungkap Son Jung-hun adik Son Jong Nam. Son Jung-hun melarikan diri ke Korea Selatan dan menjadi aktivis hak asasi manusia dan menjadi pengikut yang setia sejak kematian kakaknya.

Kakaknya pernah bercerita tentang mimpinya untuk membangun gereja di Pyongyang kepada Song Jung-hun. Mimpinya adalah menjadi pendeta di tanah airnya yang masih mengkultuskan pemimpin negaranya dan disembah bagai dewa. Kini sekalipun Song Jong Nam telah tewas, mimpinya telah menjadi inspirasi bagi banyak misionaris lainnya untuk membawa kabar baik bagi Korea Utara.

Source : Berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s