Ditolak Lalu Bunuh Diri, No Way!!!

Ketika hidup sepertinya hancur karena putusnya hubungan dengan seseorang, kebanyakan dari kita mengalami kesusahan untuk menyembuhkan luka batin tersebut. Mungkin kita ditolak oleh orang yang kita suka, mungkin pasangan kita tertarik dengan orang lain, ataupun mungkin kita dan pasangan sering bertengkar sehingga terpaksa memutuskan hubungan tersebut.

Ada rasa sakit yang harus diatasi dan seringkali, ada penyangkalan bahwa hal ini tidak terjadi dalam kehidupan kita. Penyangkalan ini dilakukan agar penderitaan yang dirasakan tidak terlalu sakit. Dalam penolakan ini, hubungan sudah di luar batas kita dan berlalu begitu saja tanpa permisi. Keputusan sudah dibuat tanpa kita. Bahkan sepertinya, hidup kita berubah drastis karena hal tersebut.

Kita tidak setuju hal itu terjadi, tapi hal itu tetap terjadi sehingga kita merasa dihina / direndahkan, tidak mempunyai kekuatan apapun dan ingin dukungan dari teman-teman yang bisa mengerti situasi yang sedang kita hadapi. Kita seperti rumah yang kehilangan salah satu tiang penyangganya, kita kehilangan kendali atas diri kita sendiri.

Dalam menyembuhkan luka penolakan artinya kita berperang dengan ego kita. Kita harus memutuskan dan menanamkan dalam hati kita bahwa penolakan itu tidaklah berarti buat kita, bahwa kita diciptakan untuk sesuatu yang lebih berharga dari itu. Mungkin kita mengalami patah hati dan kekecewaan, namun sifatnya hanya sementara.

Kita bisa saja memutuskan bahwa kita adalah orang yang tidak berharga, yang cukup menghilang saja dari muka bumi ini dan kembali ke tanah. Lalu apa? Apa yang menarik dari situ? Apa yang bisa Anda peroleh kalau begitu?

Kita harus mampu berjalan di jalan yang tepat. Jika tidak tahu, maka mintalah pertolongan kepada seseorang yang hidupnya berkesan buat Anda. Seseorang yang bisa membimbing Anda kepada situasi hati Anda semula, hati yang damai. Selain itu, Anda juga harus bisa menjaga pikiran Anda. Sibukkan diri Anda dengan hal-hal yang berguna.

Berada dalam suatu hubungan maupun tidak, Anda dapat berpegang bahwa Andalah penentu apakah Anda harus sakit hati atau tidak. Anda yang menentukan pilihan apakah harus terus menangis atau tidak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s