Are you better or worst?

Hi para AnakMuda! dan saudara dalam iman Kristus, butuh waktu cukup lama bagiku untuk menyadari bahwa membaca kisah kisah kalian sangat membantu pemulihanku dan ternyata dengan berbagi pengalaman hidup pun membawa kelegaan yang teramat sangat.

Baiklah para pembaca yang kukasihi, aku memohon Roh Kudus membimbing untuk setiap huruf yang ku tulis dapat menyampaikan sesuatu untuk kita semua. Kisah ini bermula saat saat dimana hidupku mulai terasa hampa dan penuh dengan tanda tanya besar dan ketidakpastian bercampur dengan ketakutan menghadapi masa depanku. Apakah kamu pernah berkutat dengan koran, mengetik surat lamaran,mengantarnya, menunggu interview? pastinya kamu ada gambaran dengan situasi ini. Atau kamu juga pernah kesal tidak lulus umptn, dan tidak mampu masuk ke universitas yg kamu mau karena kamu anak dari keluarga sederhana dan kurang pandai? dan apakah kamu telah menjomblo sejak dilahirkan dan sangat mendambakan seorang pasangan untuk berbagi kisah kehidupanmu, untuk mencintai dan dicintai?……inilah sedikit gambaran kondisi campur sari ala ku saat itu usiaku beranjak 19thn.

Kuharap kamu juga menganggukkan kepalamu untuk pertanyaanku di atas dengan senyum simpul darimu dengan cengiran sinis 😉 mengartikan jikalau kau juga pernah mengalaminya. Saat itupun aku telah mengenal Yesus, bahkan aku tumbuh disekolah yg mengenalkan Yesus. Saat ku masuk sma negeri, aku memutuskan untuk dibabtis untuk menepati nazarku. Namun aku jauh dari keintiman dengan Allah. Meski aku tidak merokok, tidak melacur,tidak berjudi, tidak membuatku merasa orang suci dari yang lain.

Aku merasa hampa. Namun ku tetap berdoa kepada Nya dengan perasaanku yang campur aduk bak kali ciliwung dengan sampahnya agar semuanya baik baik saja. Akhirnya ada jalan yang tak kupikirkan, sahabatku tiba tiba (saat itu ku termenung dengan tampang putus asa dan bloon mungkin;) mengenalkanku ke sekolah tinggi dengan biaya murah… aku lulus tes masuk. Satu dari masalah sudah ada titik terang…..kini masalah kerjaan. Ku lamar sini sana, pernah ku diterima menjadi sales door to door dengan dasi dan kemeja, ujian mental booo… ku lepas pekerjaan itu… akhirnya ku diterima menjadi di pt kecil, namun gajiku ngepas dengan biaya transportku dan makanku, bruto 600rb per bulan.

Aku pulang kerumah dan kurasakan ketakutan besar menghadapi kehidupan masa depan, aku merasa tidak mampu memenuhi kebutuhanku. tak kusadari mataku basah dengan air mata dan hidungku pedas…..lagi lagi ku tetap berdoa dengan perasaan acak acakan…..dan lagi lagi jalan terbuka tiba tiba, ku diterima di pt lebih besar dengan penghasilan cukup baik menurut kacamata anak 19thn, dan kubertahan hampir 4 thn disini sambil membiayai kuliahku dan jajanku, dan menabung untuk masa depanku yang tidak kunjung jelas itu… Tak elak dari itu, rasa kesendirianku menghantui……. lagi lagi ku tetap berdoa untuk seorang kekasih….. waktu itu aku berpikir, siapa mau sama pegawai rendahan…. jadi aku kurang percaya diri dengan lawan jenis…. namun kesempatan buatku datang…. akhirnya ku berkesempatan mengenal seorang gadis, tapi aku melanggar anjuran Dia…. kekasihku tidak seiman denganku. Aku terus membangkang dan berpikir bahwa kesempatan tidak datang dua kali…. dan aku melewati hampir 3thn masa indahku dengan dia, sungguh ku menyayanginya lebih dari diriku sendiri, begitu juga dia terhadapku… kuberikan seluruh waktu luangku hanya untuknya, namun semua kandas karena aku mengandalkan kekuatanku sendiri… patah hatilah anak manusia yang bodoh ini… jika kalian pernah merasakannya pasti kalian tau rasanya “hati tersayat sembilu”, bahkan lebih sakit dari itu….

Aku tetap berdoa dengan rasa ketidakpastian didadaku…. Saat itu pedihnya hatiku terobati dengan kehadiran seorang yang lain. Orang berkata cara cepat mengobati luka patah hati adalah dengan menyambungnya dengan kasih yang lain, dan ini kurasakan. Bak tupai berusaha lompat dari kesulitan, lagi lagi jatuh kedalam posisi yang sama,,,ku menjalin kasih dengan yang berbeda iman kembali, dan kali ini kupikir ku butuh pertolongan Tuhan…kubawa dalam doa, kami mulai berdoa bersama sama untuk hubungan kami yang semeraut ini, karena bukan hanya berbeda iman, namun keluarganya pun menentang keras seperti pertikaian israel dan pakistan, kami jalani dengan mengharapkan mujizat Allah.

Lewat hari imannya menjadi tawar dan ku merasa ku berjuang sendirian, tapi ku pantang menyerah,ku akan mencoba sampai habis asaku… dalam lubuk hatiku,kurasa aku akan jatuh tersungkur dan sakitnya akan dua kali lipat dari yang dulu….Ku sangat mencintai wanita ini, lagi lagi melebihi diriku bahkan mungkin Roh Kudus berduka untukku….

Terlepas dari hubungan ini, Aku adu peruntunganku di negeri orang, mungkin kudapat merubah nasibku lebih baik bahkan mampu menyediakan masa depan untuk kami berdua. Modalku saat itu hanya tekad…..uangpun aku tak cukup untuk mengurus kepergianku, ku coba hutang sana sini namun tak dapat…. ku putus asa dengan segala permasalahan ku, ku benci dengan kondisiku, marah, kesal… sepertinya semua kacau dan tidak ada satupun yang berjalan lancar sesuai rencana, maksudku benar-benar tak satupun yang lancar. Dan ku ingat bahwa aku tetap berdoa dengan segala keluh kesahku kepada Nya….dan ada jalan lagi terbuka….akhirnya ku berangkat ke negeri sana dengan modal tekad dan utang yang harus kubayarkan kembali.

Dengan uang pas pasan, ku harap sahabatku disana dapat mencarikan pekerjaan untukku, namun jalanNya tidak seiring keinginanku…. tidak ada pekerjaan di sana untukku, bahkan sahabatkupun dalam posisi sulit… bagaimana ku harus bertahan waktu itu,benakku berpikir,ditambah lagi hutang yang harus ku lunasi.namun ku tetap berdoa dengan sagala keluh kesahku kepada Bapa, hanya Dia lah yang ku dapat minta tolong,aku sebatang kara di sana, walau sering waktu terasa seakan Dia tidak mendengarkan atau mungkin aku yang bebal. Dia membawaku kepada jalan keluar yang tidak mungkin ku pernah rencanakan….tapi perjalananku belum berakhir, seakan baru keluar dari lubang jarum, ku berada dalam kondisi ekonomi yang luar biasa parah….. ku tak punya uang sepeserpun, ku harus pinjam uang untuk membeli telur untuk makan dan roti tawar dengan gula pasir, ini masih mending pikirku dibanding saudaraku di indonesia yang tak punya uang untuk makan dan harus mengais sampah, ini untuk menghibur hatiku sendiri, walau ku tau mungkin aku tak sanggup membayar uang sewa tinggal yang tiap minggu harus ku bayar.

Tak ada uang tiket untuk pulang…rasanya hidup tak berarti dibanding mati….ku bawa dalam doaku….segala ucapan syukurku disaat berat itu….lagi lagi jalan terbuka yang tak kukira….namun terjadilah masalah lagi, kali ini wanita yang berarti bagiku itu, memutuskan untuk pergi dan sekali lagi pil pahit kutelan…..kali ini kurasakan artinya dunia terbalik seperti kata para sahabatku yang patah hati… dia memutuskan untuk menikahi lelaki yang baru dikenalnya dua bulan…. sedangkan kami telah memahami bersama selama hampir 3 tahun… pernah kulamar dia dengan gaya di film-film dengan salah satu lutut tertelut sambil berkata “will you spend the rest of your life with me,” namun ia menolak, bahkan ia bisa menerima lamaran lelaki yang dia kenal baru saja.

Mungkin kamu juga pernah mengalami hal ini….maka kau tau rasanya….namun ku tetap berdoa. Semua yang telah ku lewati belumlah berakhir….sampai saat ini pun masih berlanjut…..mungkin saat ini kita dalam permasalahan yang menurut kita sangat berat,melelahkan,saakan memakan semua energi kita, entah itu kondisi tak ada uang, patah hati, cekcok dengan keluarga atau istri beserta anak anak, ketergantungan dan keterikatan akan sesuatu, pekerjaan, sakit parah, kepahitan, penghianatan, penyesalan tiada tara, atau apapun itu…ingatlah bahwa kita tidak sendiri,mungkin di luar sana ada yang mengalami sesuatu yg lebih parah….berdoalah, berteriaklah, tumpahkan segala isi hatimu kepadaNya, Dialah Bapa kita, Bapa yang tau terbaik untuk anak anaknya…walau terasa Dia tidak menjawab kita namun bukan berarti Dia tidak mendengar…jawabanNya tidak selalu “iya”, namun juga “tidak” dan “nanti”…. walaupun kita merasa tidak melanggar ketentuanNya, atau merasa kita adalah orang baik walau tidak sempurna, bukan artinya doa kita akan terkabulkan dan rencana kita akan berhasil.

Aku teringat “rancangan mu bukanlah rancangan Ku” namun Dialah gembala kita yang mengantar kita ke padang rumput yang hijau…di suatu saat kita merasa tidak enak rasanya kehidupan ini….but thats life…it is suck…it is full of shit…..but the problem is upon us…what will we do with that loads of shit?… do we wanna carry it around with us, and let everyone around us to smell it and stay away from “stinky” us? or we just dig our garden and put the shit in the ground and we will see how fertile our garden is in the next year….and remember there are always other shit coming for us,more shit means more fertile our garden is gonna be……..so are you better or worst than me? Apakah yang ku lakukan saat ini? ku takkan lupa berdoa, walau sering kali ku merasa tak ada jawabNya,bimbingan Roh Kudus kuharapkan, bersyukur untuk tiap air mata dan tawa bahkan tetesan darah yang terjadi dalam hidupku……ku lakukan segala sesuatu sebaik mungkin untuk saat ini seijin Roh Kudus karena masa lalu tidak dapat kuubah dan masa depan penuh dengan ketidakpastian….ku takkan khawatir,karena Allah beserta kita. Meski berjalan bersama Yesus serasa melewati gua tergelap,dan terangnya seperti sebatang korek api,kita hanya dapat melihat kondisi kita saat ini di gua itu, kita tidak dapat melihat jauh ke depan, kita hanya bisa melewati gua itu setapak demi setapak, kadang terpeleset, tersandung, terbentur, merangkak, kotor, namun segalanya ada akhirnya,dan akhir itu adalah suatu permulaan yang baru….maukah kita saling menguatkan dalam doa? semoga cerita ini memberikan sesuatu bagi kita semua,Roh Kudus selalu siap menolong kita dan Dia setia, itulah yg ku imani. Damai sejahtera untuk kita semua. amien

Sumber : NN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s