Disiplin Yang Mendatangkan Sukacita

Tugas orangtua bukanlah suatu kuk yang harus dipikul; tetapi merupakan hal istimewa untuk dinikmati. Jika rancangan Tuhan adalah untuk memberkati hidup kita dengan adanya anak-anak, maka tugas yang ditetapkan bagi kita sebagai orangtua tidak lebih dari perluasan dan pengagungan berkat itu.

Sebenarnya menjadi orangtua tampak sulit ketika orangtua itu sendiri yang membuatnya sulit yaitu ketika mereka gagal mengikuti prinsip-prinsip sederhana yang telah ditetapkan Tuhan. Mengabaikan tugas di hadapan Tuhan sebagai orangtua adalah menyia-nyiakan milik pusaka, dan mereka yang melakukan hal ini sama seperti mengambil suatu beban yang tidak pernah dimaksudkan oleh Tuhan untuk ditanggung orangtua.

Salah satu cara yang pasti untuk mengisi kehidupan Anda dengan kesengsaraan adalah dengan melepas tanggung jawab yang telah diberikan Tuhan kepada Anda sebagai orangtua dan sebagai pengurus anak yang telah diletakkan Tuhan dengan murah hati ke dalam tangan Anda. Sebaliknya, tidak satu pun di dalam kehidupan Anda akan menimbulkan sukacita dan kegembiraan dengan berkelimpahan selain mengasuh anak-anak Anda di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Apakah ada aspek yang tidak menyenangkan dalam mendidik anak yang sudah mendarah daging? Tentu saja ada, karena pada dasarnya tidak ada satupun dari kita yang menyukai saat mendisiplin anak-anak. Saya dengan cepat belajar sebagai orangtua bahwa apa yang selalu dikatakan oleh orangtua saya tentang disiplin ternyata benar adanya. Biasanya disiplin terasa lebih menyakitkan bagi orangtua dibandingkan bagi anak itu sendiri. Tetapi meskipun demikian proses disiplin pada akhirnya akan menghasilkan sukacita apabila kita setia pada perintah-perintah Tuhan.

Amsal 29:17
Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.

Ada harta berupa sukacita melimpah yang menyegarkan dan menyenangkan di dalam mendidik anak dengan ajaran-ajaran yang tidak dapat diperoleh dari mana pun juga. Tuhan telah merancang dengan murah hati bahwa ada pancaran sukacita di dalam proses mendidik anak jika kita memegang teguh prinsip-prinsip-Nya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s