Umat Kristen di Kenya Dibom Waktu Sedang Berdoa

Ketegangan masih mewarnai Kenya pada hari Selasa (15/6) setelah dua bom yang mengakibatkan sedikitnya enam orang meninggal dan 100 orang lainnya terluka. Bom ini meledak pada saat doa reli yang diadakan oleh umat Kristen di Kenya. Kejadian tersebut berlangsung pada saat uskup Nairobi memimpin ribuan orang dalam penutupan doa.

Tidak ada grup tertentu yang mengklaim bahwa itu perbuatan mereka, tapi gereja-gereja di Kenya menyalahkan pemerintah atas penyerangan tersebut. pemerintah Kenya sendiri tidak memberikan komentar apa-apa.

Dalam pernyataannya, National Council of Churches of Kenya (Dewan Nasional Gereja-Gereja di Kenya) dan 14 gereja lainnya mengatakan, “Setelah mendapatkan informasi yang terus menerus mengenai ayat konstitusi yang baru selama referendum adalah proyek pemerintah, kita jadi bertanya-tanya, baik langsung maupun tidak langsung, siapakah yang terlibat dalam serangan ini. Siapa lagi di negeri ini yang mempunyai bahan peledak?”

Sementara presiden dan pejabat pemerintahan mendukung tinjauan konstitusi yang baru, orang Kristen di sana menentangnya. Mereka mengatakan bahwa tujuan konstitusi tersebut adalah melonggarkan pembatasan aborsi dan mendukung sistem pengadilan secara Islam yang memang sudah digunakan oleh penduduk minoritas Kenya yang beragama Islam.

Sepertinya akhir-akhir ini perselisihan selalu terjadi antar agama, antar suku, etnis, kebudayaan, negara dan paham yang berbeda sehingga rasa damai itu semakin jauh di belakang. Berdoa buat rakyat Indonesia khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya agar mereka menjadikan perbedaan itu sebagai penguat dan bukannya pemisah.

Source : worthynews/lh3

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s