Tuhan, Tulikah Engkau?

Akui saja, berapa sering Anda bertanya-tanya apakah Tuhan benar-benar mendengarkan Anda? Jika Anda mengaku tidak pernah bertanya mengenai hal itu, maka Anda pasti lebih baik dari saya dalam hal kesabaran atau mungkin Anda sedang menipu diri Anda sendiri.

Keraguan seringkali datang melintas dalam pikiran saya. Saya tahu kalau Tuhan tidaklah tuli. Dia tidak pernah mengabaikan saya. Namun harus saya akui, iman saya seringkali terguncang ketika saya sedang dibutakan akan kebutuhan saya yang menanti jawaban-Nya yang telah saya panjatkan melalui doa-doa saya.

Kita semua memiliki banyak permohonan yang terus-menerus kita bawa di hadapan Tuhan. Keputusasaan saya bahkan mendorong saya untuk mengemis dan menangis sampai berember-ember. Dengan sepenuh hati, saya memohon kepada Tuhan untuk memulihkan tubuh ayah saya yang lumpuh sebelah setelah serangan stroke. Bersumpah untuk tak pernah membiarkannya meninggal, saya berpegang pada janji Tuhan dalam kitab Yesaya bahwa IA akan menjawab doa saya.

Yesaya 59:1

Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;

Dalam ketidakpastian yang sangat gelap, saya hanya dapat bersandar pada-Nya. Doa-doa saya telah menjadi pembelaan yang intens.

Tuhan, semua itu tertulis di dalam firman-Mu! Itu bukanlah kata-kata saya semata. Engkau bukanlah seorang pendusta. Engkau adalah Allah yang setia. Penuhi janji-Mu. Pulihkan ayahku. Yang dibutuhkan oleh tubuh ayahku hanyalah sepatah kata dari-Mu dan hanya itu. Maka ia akan dapat berjalan lagi.

Ketika iman saya melemah, saya terus berpegang pada perkataan yang diucapkan-Nya mengenai ayah saya. Bahwa ayah saya akan dipulihkan – secara perlahan, waktu demi waktu. Sekarang, saya hanya harus menunggu.

Dengan iman yang terbangun di dalam hati, saya melihat di waktu yang akan datang ayah akan kembali bisa menari di gereja. Hari ketika ayah saya sanggup berjalan berkeliling tanpa bantuan tongkat akan menjadi sebuah keajaiban besar bagi saya. Saya benar-benar berharap agar hal itu dapat terjadi.

Meskipun apa yang saya lihat saat ini sangat terbatas, tapi masa depan yang dijanjikan Allah tidak ada batasnya. Kuasa Tuhan tidak terbatas. Alkitab penuh dengan kesaksian nyata yang membuktikan kekuatan-Nya ketika orang-orang memanggil nama Yesus. Tak perduli siapapun Anda, berapa banyak uang yang Anda miliki, atau gereja mana tempat Anda bertumbuh. Allah akan meresponi doa umat-Nya.

Kisah Para Rasul 3 misalnya. Petrus dan Yohanes bertemu dengan pengemis lumpuh yang meminta bantuan. Ia mengemis untuk meminta uang, tapi ia justru mendapatkan kemampuan untuk berjalan lagi. Ketika sesama penduduk desa yang mengenal pengemis lumpuh itu melihat dia menari dan memuji Tuhan, mereka benar-benar terkejut.

Petrus berkata kepada mereka:

Kisah Para Rasul 3:16

Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.

Taruhlah iman Anda dalam kuasa nama Yesus. Di dalam waktu-Nya, semua doa-doa Anda akan dijawab.

Jika apa yang Anda doakan adalah kesembuhan fisik, maka teruslah beriman dan bersabarlah dengan merenungkan 1 Petrus 2:24:

Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

Milikilah iman. Tuhan mendengar doa-doa Anda dengan sangat jelas.

Sumber : Hannah Goodwyn

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s