Hidup Ini Singkat, Jadilah Bijaksana

Tidak semua orang menghayati betapa singkatnya hidup ini. Hal ini disebabkan oleh rutinitas dengan berbagai macam persoalan hidup. Akibatnya, tak disadari hari-hari kita berlalu demikian cepat.

Pada umumnya, banyak orang tidak mempersoalkan singkatnya hidup ini. Mereka seperti membiarkan diri terjebak dalam rutinitas yang menggunung. Mereka membuang waktu dengan hal-hal yang kurang berkualitas. Sehingga menjerat kehidupannya di masa mendatang.

Alkitab mengatakan Allah telah mengasihi kita, bahkan mengangkat kita sebagai anak-Nya, dan Dia menjadi Bapa kita. Betapa seringnya kita mengabaikan keberadaan-Nya dan justru melakukan perbuatan jahat seolah-olah Dia tidak melihat kita. Itulah kebanyakan sikap manusia. Diakui atau tidak, sebenarnya kita menyadari bahwa kita adalah orang yang melakukan banyak kejahatan di hadapan-Nya.

Ambillah contoh. Anak sekolah atau mahasiswa yang menyia-nyiakan kesempatan belajar hanya karena seorang pacar. Akhirnya, harus meninggalkan bangku kuliah demi menikahi pacarnya. Ketika teman-temannya telah hidup layak karena meraih gelar sarjana, si pemuda tadi susah payah mengais rezeki. Keahlian tak ada. Imbasnya pekerjaan sulit didapat.

Atau, seorang karyawan yang malas dan tidak jujur, mungkin bisa menutupi kebiasaan buruknya. Namun, sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga.

Menghitung Hari
Dalam hidup ini, kita perlu menyadari segala sesuatu yang telah kita lakukan hari ini akan kita tuai di masa yang akan datang. Firman Allah dalam Mazmur 90:12 mengajarkan, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana”. Firman Tuhan ini bukan saja mengajar kita untuk mengisi hari-hari kita dengan sesuatu yang berkualitas, namun menuntun kita untuk hidup lebih bijaksana.

Seseorang yang tidak menyadari bahwa hidup ini singkat, mereka akan ceroboh dalam bertindak. Itu sebabnya firman Tuhan menuntun kita untuk menjadi lebih bijaksana. Paling tidak ada tiga hal yang harus dijaga agar kita tidak ceroboh.

Pertama menjaga lidah. Sebuah ungkapan populer berkata, “Memang lidah tak bertulang.” Ungkapan ini menggambarkan seorang yang tidak bisa dipercayai kata-katanya, mungkin kelihatannya sepele, tetapi percaya atau tidak dari perkataan kita juga bisa terletak masa depan kita kelak. Belum lagi lidah yang suka gosip dan lebih ekstrem lagi kita bisa terjerumus dalam dosa lidah karena fitnah. Tidak sedikit orang yang tersandung masalah hukum hanya karena kurang bijaksana menjaga lidahnya. Tertulis dalam Alkitab, arah hidup kita ditentukan juga oleh lidah (Ams. 18:21, Yak. 3:5). Maka, untuk memperoleh hati yang bijaksana, kita perlu menjaga lidah dalam kehidupan kita setiap hari.

Kedua menjaga hati. Hati adalah bagian dalam diri manusia yang paling rentan. Mudah tergores dan terkadang memendam luka. Karena itu, kita perlu memperhatikan nasihat bijak yang berkata, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Ams. 4:23). Hati merupakan perbendaharaan segala yang baik maupun jahat (Luk. 6:45). Jika hati bersih, maka di dalamnya akan penuh dengan potensi ilahi. Terdapat kasih, pengampunan, kemurahan, kelemahlembutan dan sebagainya. Untuk menjaga agar hati tetap bersih kita perlu menjaga dengan kebenaran firman Tuhan (Mzm. 119:9-11).

Ketiga menjaga iman. Nasihat firman Tuhan di 1 Tes. 3:3 “... jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini…”. Iman kita akan diuji setiap hari, karena sifat iman itu selalu bertumbuh (seperti seorang murid yang diuji untuk kenaikan kelasnya). Kita akan hidup lebih bijaksana dari hari ke sehari, apabila senantiasa menjaga iman kita tetap bertumbuh Yakobus 1:3 “sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan”.

Ingatlah, hidup ini singkat, apa yang kita lakukan hari ini menentukan seperti apa keadaan kita dimasa depan, jadilah bijaksana. Solagracia.

Iklan

2 pemikiran pada “Hidup Ini Singkat, Jadilah Bijaksana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s