Jim Caviezel Menderita Saat Perankan Yesus

Jim Caviezel tengah bersiap-siap memerankan adegan saat Yesus memikul kayu salib, dalam perjalanan menuju bukit Golgota. Tak lama kemudian, para kru film The Passion of The Christ menggotong sebuah salib besar yang ukurannya sama persis dengan salib yang dipikul Yesus dan meletakkannya di pundak aktor asal Amerika Serikat itu.

Saat salib tersebut diletakkan, aktor yang bernama lengkap James Patrick Caviezel, Jr, kaget dan spontan berteriak kesakitan, “Salib tersebut sangat berat,” kenang Jim. “Tapi mereka mengira itu akting yang sangat baik, padahal saya sungguh-sungguh terkejut,” katanya lagi.

Walhasil, Jim menjalani adegan tersebut sambil menahan rasa nyeri di sekujur tubuh. Sebab, pada saat ia mencoba membawa salib itu, bahunya copot dan tubuhnya tertimpa oleh salib tersebut. Apalagi, pada waktu Jim meminta pertolongan, lagi-lagi awak film mengira bahwa Jim sekadar berakting. “Baru pada saat saya mulai memaki, menyumpah, dan hampir pingsan, mereka sadar apa yang sesungguhnya terjadi dan segera memberikan pertolongan,” papar Jim.

Dengan nada getir, Jim pun mengungkapkan penyesalannya karena telah mengeluarkan sumpah serapah selama menjalankan adegan itu. Kemudian, pada saat Mel Gibson, sutradara dari film yang dirilis pada tahun 2004 itu menanyakan apakah Jim masih bersedia melanjutkan perannya di film tersebut, ia menjawab, “Saya tidak tahu kalau salib yang dipikul Tuhan Yesus begitu berat dan menyakitkan. Tapi, kalau Ia mau memikul salib itu bagi saya, maka saya akan sangat malu kalau tidak memikulnya walau hanya sebagian kecil.”

Ya, Jim tidak sekadar berpura-pura saat mengeluarkan ekspresi kesakitan dan menahan penderitaan yang amat sangat saat berperan sebagai Yesus. Dan, penderitaan saat memikul salib bukan satu-satunya derita yang dialami Jim selama pembuatan film The Passion of The Chris’. Saat adegan penyambukan Yesus, Jim mengaku ia gemetar menjelang adegan itu, “Karena cambuk yang digunakan itu sungguhan, sementara punggung saya hanya dilindungi papan setebal 3 cm,” jelasnya.

Rupanya, apa yang dikhawatirkan Jim terjadi. Sesaat, cambuk tersebut mengenai bagian tubuh Jim yang tidak terlindungi papan. Maka, Jim pun berteriak kesakitan, bergulingan di tanah, dan lagi-lagi memaki aktor yang mencambuk tubuhnya itu.

Tapi, bagian tersulit yang dialami Jim adalah pada saat adegan penyaliban, “Lokasi syuting di Italia sangat dingin, sehingga semua awak dan pemeran film harus menggunakan mantel tebal. Sementara saya harus telanjang di atas kayu salib,” keluh Jim. Saat itu, hembusan angin perbukitan di lokasi syuting, bagai ribuan pisau yang menghujani tubuh aktor yang pernah bermain dalam film aksi The Thin Red Line itu. Ini karena, Jim terkena penyakit hypothermia, yang membuatnya tubuhnya nyaris lumpuh.

Diakui Jim, adegan demi adegan yang ia jalan membuatnya hampir gila, hingga ia harus berulangkali menjauhkan dari tempat syuting untuk berdoa, “Saat saya sudah tidak mampu lagi, saya memohon kepada Tuhan agar memberi saya kekuatan untuk melanjutkan semunya ini,” katanya lirih.

Dan, doa Jim pun terjawab. Ia berhasil menuntaskan adegan di film itu hingga selesai, “Semua yang ikut terlibat dalam film itu mengalami lawatan Tuhan dan perubahan dalam hidupnya, tidak ada yang terkecuali,” pungkasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s