Album Anyar Israel di Tahun Baru

Musisi gospel Israel Houghton unjuk gigi di tahun baru dengan merilis album baru The Power of One, yang akan dirilis pada 24 Maret 2009.

Album yang diproduksi Integrity Music/Columbia Records ini menampilkan energi musikalitas yang sangat apik, dijiwai semangat muda ala Houghton, artis bertalenta asal Amerika Serikat (AS) yang beberapa kali memenangkan piala Grammy, Stellar dan Dove Award.

Houghton yang juga dikenal piawai di pelbagai aliran musik ini, juga berkolaborasi dengan artis-artis ternama berbagai genre musik: tobyMac, Martin Smith of Delirious, Mary Mary, dan Chevelle Franklin.

Sebagai seorang pemimpin penyembahan, vokalis, komposer, produser, seniman yang menguasai berbagai instrumen alat musik ini telah merilis pelbagai lagu kanon yang banyak digunakan sebagai lagu-lagu pujian dan penyembahan di seluruh dunia.

The Power One, adalah album Houghton teranyar usai proyek live concert bertajuk New Breed yang sukses, dan menantang orang-orang percaya untuk memiliki iman yang memungkinkan menjadi serupa dengan Kristus di muka bumi ini.

“Jika Anda melihat album kami secara tematis, album pertama berbicara mengenai gereja dan apa yang telah Tuhan lakukan,” jelas Houghton. “Sedangkan dalam album terbaru, pesan kami telah berubah menjadi kepedulian terhadap masalah sosial dan masalah global, memfokuskan pada identitas (Kristen) dan kehendak Allah di dalam diri setiap orang. Saya sangat percaya bahwa setiap kita yang menyatakan diri sebagai penyembah-penyembah, perlu memiliki hati untuk keadilan sosial. Power of One adalah lagu yang secara spesifik berkisah mengenai pokok pikiran keseluruhan album.”

Ditambahkan Houghton, ide di balik pembuatan lagu-lagu ini bermula sejak 2,5 tahun lalu. “Saya diminta menulis sebuah lagu untuk artis sekuler, mengenai permasalahan sosial di sekeliling kita,” terang Houghton. “Dan pada waktu itu, saya baru menyadari hubungan antara penyembahan dan keadilan (masyarakat), jadi dengan cepat ide lagu ini datang pada saya,” kenangnya. “Ketika saya hendak memberikan lagu tersebut kepada manager artis yang bersangkutan, istri saya, Meleasa, meminta saya untuk memainkan ulang lagu itu. Setelah mendengarnya, Meleasa langsung melarang saya mengirimkan lagu itu, lantaran ia yakin ada saat ketika saya akan menyanyikannya. Dan inilah waktunya.”

Album Power of One mengkombinasikan campuran musik reggae, heavy rock, funk, dan power pop, menampilkan pujian mengenai pengharapan, penebusan, dan pewahyuan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s