dorongan seks

Question:
Saya ingin bertanya, bagaimana Yesus waktu hidup sebagai manusia jaman dulu bisa menahan tiap nafsu seksnya? Padahal Ia pernah remaja bukan? Pasti iblis sering menggodai Dia. Waktu itu ia juga merasakan menjadi manusia. Bagaimana Ia bisa melewatinya tanpa adanya pelepasan? (someone)

Answer:
Saya percaya bahwa Yesus 2000 tahun lalu menjelma menjadi 100% manusia, sekalipun Dia juga adalah 100% Tuhan. Dan sebagai manusia tulen, Ia harus menerima resiko merasakan semua yang manusia bisa rasakan: lapar, terluka, rasa menderita, senang, jatuh cinta bahkan dorongan seksual. Bedanya adalah: Yesus punya pengendalian diri, punya keteguhan untuk menyelesaikan misi dan tujuan hidupNya, dan tidak jatuh dalam dosa.

Meskipun tidak diceritakan di Alkitab dan masih prokontra, tapi ada tafsiran bilang bahwa kemungkinan besar Yesus pernah jatuh cinta, tapi Yesus tau tujuan hidupNya sehingga Ia tidak dikuasai oleh perasaan itu dan bisa memenuhi panggilanNya. Begitu pula jika memang Dia saat itu punya dorongan seksual, saya percaya Dia bisa mengesampingkannya demi sesuatu yang lebih tinggi: panggilan Bapa. Dan sekarang, kita sebagai manusia, tidak lagi bisa beralasan kalo Tuhan tidak mengerti manusia, karena Tuhan pernah menjadi manusia 100% dan mengalami semua yang manusia bisa alami. Dari sini kita punya harapan untuk bisa mengatasi semua dorongan yang bisa berbuah dosa: jika kita punya tujuan hidup yang lebih tinggi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s