KENAPA ADA KEMATIAN?

Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuhNya dibawah kakiNya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut — 1 Korintus 15:25-26

Seakan-akan Tuhan mau bilang: kematian bukan rencanaKu. Maut atau kematian itu musuh Allah yang pada akhirnya akan dibinasakan alias nggak berkuasa lagi atas kita. Mati lawan katanya hidup. Kematian meniadakan kehidupan. Hal ini sebenarnya bertentangan dengan rencana Tuhan Yesus yang adalah sumber kehidupan. Alkitab bilang, dosa, penderitaan, penyakit atau kematian bukan bagian dari rencana Allah bagi manusia.

Kematian adalah hukuman atas dosa.

Pada mulanya Adam dan Hawa nggak bisa mati, tetapi mereka memilih untuk berbuat dosa atas kehendak sendiri. Mereka nggak taat, malah percaya sama iblis si penipu. Yang membuat mereka harus menanggung hukuman adalah mereka nggak pernah ngaku dan bertobat untuk semua dosa yang udah mereka buat. Tuhan pun berfirman:

Sebab upah dosa ialah maut; tapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus Tuhan kita — Roma 6:23

So, nggak heran kematian jadi bagian dari tiap orang, bahkan hewan dan tanaman. Alam semesta ikut menderita akibat dosa manusia. Tuhan Yesus diutus ke dunia untuk menyelamatkan kita dari kematian kekal, supaya begitu mati kita beroleh hidup yang kekal. Maut pasti dimusnahkan, setelah Tuhan Yesus datang kembali untuk kedua kalinya.

Sebab dengan sangat rindu seluruh mahluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh mahluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan bukan oleh kehendaknya sendiri, tapi oleh kehendak Dia yang telah menaklukkannya, tetap dalam pengharapan karena mahluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah – Roma 8:19-21

APA REAKSIMU?

Edisi kali ini, gF! ngadain survei tentang kematian. Koresponden sebagian besar berasal dari beberapa gereja di Surabaya dan Denpasar. Jarak usia 14-30 tahun. Mau tau, 40% merasa takut mati, 40% nggak siap kalau harus mati. Artinya, orang Kristen nggak kebal sama rasa takut mati. Wah, gimana dong, sedangkan kita nggak tau waktunya. Bisa 5 menit lagi, bisa setahun kemudian, bisa 40 tahun lagi. Anytime! Pasti ada penyebabnya.

Masih ingat kerusuhan Mei 1998 lalu? Wah, airport Soekarno-Hatta jadi penuh. Banyak orang Indo pindah ke luar negeri, mencari tempat yang paling aman. Amrik salah satu tempat yang dinilai strategis untuk ditinggali. Tapi siapa kira goncangan di New York September lalu bikin orang berbalik takut untuk tinggal di Amrik. Hei, mau lari kemana pun, kalo udah waktunya untuk mati ya pasti nggak bisa menghindar.

MENGAPA TAKUT?

Necrophobi adalah rasa takut yang berlebihan akan kematian, adalah ketakutan yang mematahkan semangat. Seorang suami/istri yang punya necrophobi akan berlebihan pula sikapnya dalam melindungi istri/suami dan anak-anaknya.

Oh kematian, buailah aku sampai kuterlelap!

Biarlah aku mengakhiri kehidupan yang melelahkan dan tidak bersalah ini

Berderinglah lonceng kematian, berderinglah;

Kumandangkan kematianku

Kematian mendekatlah padaku,

Mendekatlah; tak ada harapan bagiku

Tulisan di atas diterjemahkan bebas dari Anne Boleyn, istri kedua Raja Henry VIII, yang menyerahkan dirinya pada maut. Banyak orang menanggapi kematian dengan reaksi yang berbeda. Ada yang menentang kematian. Ada yang menertawakan kematian seperti Will Rogers, sampai suatu hari pesawat yang ditumpanginya jatuh.

Ingat juga kapal Titanic, dimana kesombongan manusia yang meremehkan kematian. Georbe Burns bilang: kematian itu nggak ada! Malah ada yang mengundang kematian waktu hidupnya nggak teratasi, contoh Marilyn Monroe.

Beberapa orang bilang nggak usah pusing sama kematian, toh nggak ada kehidupan setelah kematian, katanya. Seorang pakar filsafat Yunani, Epicurus, yang hidup 3 abad sebelum Masehi menulis: kematian yang paling ditakuti itu sebetulnya bukan apa-apa. Selama kita hidup, kematian belum datang; dan bila kematian itu datang, ya kita mati.

Terserahlah reaksi dunia, sebab mereka menolak kebenaran sehingga nggak kenal adanya jaminan kasih karunia Allah dan janjiNya bagi mereka yang mati didalam Kristus. Ini tugas kita untuk menjangkau mereka dari gelap dunia pada terang Kristus.

Tapi… kok masih ada orang Kristen yang takut mati dan nggak yakin ke surga? Coba cek, jangan-jangan…

  1. menyimpan dosa
  2. banyak waktu yang terbuang sia-sia
  3. hubungan pribadi sama Tuhan yang rapuh atau kering
  4. diintimidasi iblis
  5. nggak mengerti kebenaran FirmanTuhan
  6. nggak punya tujuan hidup
  7. nggak mengerti rencana Allah dalam hidupnya

Sayang banget deh, kalo kita melakukan salah satu yang di atas. Masih ada kesempatan untuk bertobat sebelum terlambat (baca: mati). Allah Bapa menyediakan jalan untuk mengatasi hal dan perasaan negatif, yaitu JALAN KRISTUS. Melalui jalan ini kita tau setelah kematian ada kehidupan kekal. Karena dengan mati di kayu salib, Kristus telah mematahkan kuasa iblis, untuk: membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut — Ibrani 2:15

Baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau  kuasa-kuasa, baik yang di atas maupun yang di bawah, ataupun sesuatu mahluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita — Roma 8:38-39

Pdt. Erastus Sabdono:

SEHARUSNYA KEMATIAN ITU MENYENANGKAN

Banyak orang takut mati. Itu menunjukkan kalau dia perlu mengenal kebenaran dan pengharapan yag tergantung dalam keselamatan dalam Yesus Kristus. Orang Kristen dewasa itu seharusnya memahami kematian sebagai jembatan emas menuju kemuliaan. Seharusnya kematian itu menyenangkan. Paulus dalam Filipi 1:21 berkata, “mati adalah keuntungan”.

Kematian bisa dialami siapapun, kapanpun, lewat apapun. Bukan hanya daun kering yang bisa jatuh, daun hijau pun bisa. Kenyataan yang kita lihat, banyak anak muda yang mati lewat kecelakaan. Yang penting di sini, bukan soal kapan kita mati, tapi kesempatan yang ada harus digunakan untuk mengenal Allah. Sebab kalau masa muda seseorang tidak dipakai untuk mengenal Allah, maka makin tua makin sukar dibentuk. Dan itu kerugian yang luar biasa besarnya. Setiap hari selalu ada kesempatan. Kesempatan hari ini harus dibayar hari ini, bukan besok. Kalau kita mengabaikan kesempatan hari ini, mungkin besok sudah tidak ada lagi.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s